Aneka jenis burung berkicau, menjadi komoditas hobi di Indonesia. Komunitas penghobi khusus burung kicauan itu, telah menyebar hampir di seluruh provinsi yang ada di Indonesia. Bagaimana pun, potensi hobi burung berkicau menjadi salah satu komoditas dalam pergulatan ekonomi masyarakat.
Beberapa jenis burung berkicau asli Indonesia yang biasa dilombakan, sedikitnya ada 9 jenis. Adalah Anis Merah, Anis Kembang, Murai Batu, Cucak Hijau, Tledekan, Cendet/Penthet, Pleci/Prenjak, Branjangan, dan Kacer. Sedangkan jenis burung import ada 3 jenis, yaitu Kenari, Love Bird, dan Hwa Mey. Kesemua jenis burung itu menjadi burung piaraan yang dapat dilombakan di kontes burung berkicau.
Dalam perjalanan waktu selama tahun 2018, masing-masing jenis burung memiliki ikon sendiri di mata penghobi. Pada gelaran lomba ditingkat lokal hingga nasional, ada jenis burung yang memiliki nilai prestis tersendiri bagi kicau mania atau penghobi burung berkicau. Burung yang menjadi ikon, tentu akan ramai persaingannya di tiap lomba, termasuk juga sangat berpengaruh terhadap nilai jualnya.
Memasuki tahun 2019, sebagaimana dilansir dalam www.agrobisburung.com, pada Selasa (2 Januari 2019), setidaknya ada 5 jenis burung yang bakal moncer dalam kontes kicauan. Kelima jenis burung itu terdiri dari 3 jenis burung asli Indonesia dan 2 burung jenis import.
Adapun kelima jenis burung berkicau yang diprediksikan bakal menjadi ikon sekaligus meramaikan lomba burung berkicau adalah :
MURAI BATU
Murai Batu adalah burung asli Indonesia. Jenis Murai Batu yang banyak dikenal adalah Murai Batu Medan dan Murai Batu Borneo. Namun di lomba burung berkicau, Murai Batu Medan-lah yang menjadi ikon dan mendominasi dalam tiap lomba burung. Jenis burung ini sudah banyak ditangkarkan oleh masyarakat, terutama para penghobi burung berkicau.
Murai Batu Medan yang memiliki ekor panjang, bisa mencapai lebih 20 cm ini, dalam lomba burung berkicau tergolong kelas eksekutif. Selain harga burung ini terbilang mahal dalam bursa kicau mania, teknik perawatannya pun cukup rumit. Bila sudah mampu menjadi juara di beberapa lomba, Murai Batu ini bisa dihargai antara Rp.15 juta hingga ratusan juta rupiah.
CUCAK HIJAU
Jenis burung Cucak Hijau memang asli Indonesia dan endemiknya lebih banyak di pulau Jawa. Burung yang memang warnanya hijau ini, memiliki tingkat kesulitan tersendiri dalam proses perawatannya. Kicauannya yang khas, membuat Cucak Hijau memiliki fans tersendiri dalam kiprah kicau mania di lomba burung berkicau.
Cucak Hijau yang sudah langganan juara di berbagai lomba, harga belinya cukup mahal. Dalam bursa trasfer burung juara, Cucak Hijau bisa dihargai antara Rp.10 Juta hingga Rp.80 juta. Meskipun disaat membeli burung bakalannya, hanya seharga Rp.300 ribu hingga Rp.750 ribu saja.
ANIS MERAH
Anis Merah atau Punglor Merah merupakan jenis burung berkicau asli Indonesia yang banyak dijumpai di pulau Jawa dan Bali. Dari puluhan jenis burung berkicau yang dilombakan, Anis Merah termasuk jenis burung yang unik dan memiliki gaya tersendiri ketika berkicau. Kicau mania biasa menyebut gaya kicauan Anis Merah sebagai gaya teler saat berkicau.
Burung yang didominasi warna hitam dan merah kecoklatan ini, dalam kontes kicauan pernah berjaya di awal tahun 2000 an. Namun karena sulit ditangkarkan, makin lama jumlah burung ini pun kian berkurang dalam kontes kicauan. Kini bila Anis Merah ini sudah menjadi burung juara di lomba, harganya sekitar Rp.20 juta hingga Rp.75 juta saja.
KENARI
Burung Kenari memang mirip endemik burung di Indonesia. Namun, burung Kenari adalah burung yang berasal dari Belanda. Bila jenis burung ini terkesan sangat familier bagi masyarakat Indonesia, hal itu tentu dipengaruhi masa penjajahan Belanda di Indonesia yang mencapai 300 tahunan. Apalagi burung Kenari ini menjadi salah satu komoditas ternak bagi sebagian masyarakat Indonesia saat ini.
Dalam percaturan kontes burung berkicau, Kenari diprediksi bakal naik menjadi salah satu ikon di tahun 2019. Hal itu terlihat semakin banyaknya kicau mania yang melombakan Kenari dan harga jualnya kian mahal dalam bursa transfer burung juara. Kenari yang bisa dibeli seharga Rp.100 - 300 ribu rupiah, bila sudah mampu menjadi juara di kontes burung, harganya bisa mencapai Rp.5 juta sampai Rp.15 juta rupiah.
HWA MEY
Jenis burung Hwa Mey adalah burung import dari negara China. Burung yang berpostur besar dengan dominasi warna coklat muda ini, menunjukkan tanda-tanda semakin moncer. Kicau mania mulai berburu Hwa Mey di importir yang ada di Indonesia. Bahkan sejak pertengahan tahun 2018, tampak timbul kembali kicau mania khusus pemelihara Hwa Mey.
Harga Hwa Mey bakalan, bisa mencapai nilai Rp.1,5 hingga Rp.2,5 juta. Sedangkan bila sudah mampu menjadi burung juara di arena kontes kicauan, harga belinya maksimal hanya mampu mencapai Rp.50 juta saja. Hal ini disebabkan karena teknik perawatannya yang sulit dan butuh ketelitian luar biasa. Namun dalam komunitas kicaua mania, pemilik burung Hwa Mey juara, tentu memiliki prestise tersendiri.
Demikian analisis prediktif atas jenis burung berkicau yang bakal menjadi ikon di lomba burung berkicau di Indonesia. Istilah kicau mania, burung-burung itu akan memberikan keberuntungan berlebih di tahun 2019 ini. Apapun alasannya, tentu saja ikon akan kelima jenis burung itu diprediksikan bakal mahal nilai jual belinya di bursa transfer burung-burung juara.
Hanya saja perlu digarisbawahi, bahwa kelima jenis burung itu bakal moncer dan mampu menjadi ikon di tahun 2019, bila ada kesinambungan diantara komunitas perburungan dan event organizer penggelar lomba burung berkicau. Peran besar kicau mania, komunitas kicau mania, dan event organizer ataupun organisasi perburungan, akan sangat menentukan terhadap munculnya ikon dan brand image terhadap kelima jenis burung berkicau tersebut. Hobi jalan, ekonomi kuat, dan peduli kelestarian satwa harus juga tetap dijaga sebagai komitmen kicau mania nusantara.

0 Komentar